Video Tutorial Membuat Profil Melintang : ArcGIS vs QGIS

Video tutorial GIS membandingkan cara membuat profil melintang di ArcGIS dan QGIS

Profil Melintang di QGIS

Pengukuran sipat datar profil banyak digunakan dalam perencanaan suatu wilayah. Pengukuran ini terbagi menjadi dua macam, yaitu profil memanjang dan profil melintang.

Baca juga : Video Tutorial Konversi Koordinat TM3 ke UTM dan Geografis di ArcGIS

Pengukuran sipat datar profil melintang adalah pengukuran yang dilakukan untuk menentukan tinggi rendahnya tanah sepanjang garis melintang yang tegak lurus dengan garis sumbu proyek atau untuk mendapatkan bentuk permukaan titik sepanjang garis tertentu.

Fungsi dari pengukuran profil melintang ini adalah sebagai dasar dalam menentukan volume galian dan timbunan dalam perencanaan pembuatan jalan raya, jalan kereta api, saluran irigasi, dsb. Pengukuran sipat datar profil melintang sendiri digunakan untuk menentukan tinggi rendahnya tanah sepanjang garis melintang yang tegak lurus dengan garis sumbu proyek.

Software GIS memiliki kemampuan untuk membuat profil melintang secara interaktif. Profil yang dihasilkan bisa di konversi ke format gambar untuk di gunakan ke dalam analisa selanjutnya.

Video tutorial cara membuat profil melintang dengan menggunakan dua software GIS yakni ArcGIS dan QGIS. Di ArcGIS / ArcMap untuk membuat profil melintang menggunakan 3D Analyst Toolbar sementara di QGIS menggunakan plugin Profile Tool.

Data yang diperlukan untuk membuat profil melintang adalah data elevasi dalam format raster. Data tersebut bisa berupa data DEM seperti data DEMNAS atau data elevasi format raster hasil interpolasi dari titik tinggi yang diambil langsung dari lapangan.

Berikut di bawah ini video tutorial membuat profil melintang menggunakan ArcGIS

Berikut di bawah ini video tutorial membuat profil melintang menggunakan QGIS (menggunakan pengantar Bahasa Inggris)