ArcGIS Pro Akan Berubah Nama Jadi ArcPro?

ArcGIS Pro adalah masa depan ESRI sebagai pengganti sepenuhnya bagi ArcGIS Desktop atau ArcMap yang kita kenal selama ini. Pengguna ArcGIS Desktop sudah mulai beralih ke ArcGIS Pro, meskipun ESRI masih melakukan upgrade untuk ArcGIS Desktop hingga versi 10.7x saat ini.

ArcGIS Pro Berubah Nama ArcPro
ArcGIS Pro Akan Berubah Nama Jadi ArcPro ??

Komunitas pengguna produk ESRI di situs community.esri.com membuat polling usulan perubahan nama ArcGIS Pro menjadi ArcPro atau cukup disebut Pro saja.

Tidak seperti kita yang melafalkan ArcGIS sebagai “arkjis” secara singkat dan mudah, orang-orang barat sana melafalkannya dengan “ark ji ai es”. Jadi GIS di baca per huruf. Ketika ada tambahan kata Pro, maka semakin panjang lah pelafalan mereka menjadi “ark ji ai es pro”.

Mereka sebenarnya suka dengan penyebutan ArcMap untuk ArcGIS Desktop sebelum ArcGIS Pro lahir. Untuk itu muncullah ide dari pengguna komunitas ESRI untuk menyebut ArcGIS Pro sebagai ArcPro atau sebagian lainnya mengusulkan Pro saja.

JANGAN LEWATKAN >>
Cek Online Kelayakan Komputer Anda Menjalankan ArcGIS Pro atau ArcGIS Desktop Terbaru

ArcGIS Pro Akan Berubah Nama Jadi ArcPro? Ini Hasil Pollingnya

Dari polling yang dibuat semenjak pertengahan tahun 2018 lalu, sampai tulisan ini dibuat, sebagian besar voter (70%) memilih penggunaan nama ArcPro, sekitar 25% tetap dengan nama ArcGIS Pro, dan sisanya memilih nama Pro saja. Lihat hasil polling tersebut DISINI.

Hasil Polling ArcGIS Pro Akan Berubah Nama Jadi ArcPro
Hasil Polling Perubahan Nama ArcGIS Pro

Apakah ESRI juga perhatian dengan polling perubahan nama ArcGIS Pro ini? Entahlah. Tetapi asal tahu saja, bahwa nama ArcGIS sudah menjadi merk dagang milik ESRI untuk software GIS desktop paling populer di dunia tersebut. Jadi mungkin agak perlu pemikiran masak-masak bagi ESRI untuk ganti nama.

Saya senang dengan sebutan ArcPro, tapi kebiasaan kita di Indonesia yang terlanjur menyebut ArcGIS Desktop atau ArcMap dengan “arkjis” , maka ya tidak rumit juga pengucapan “arkjis pro”. Bagaimana menurut Anda?