Studi Monitoring Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Surface Urban Heat Island (SUHI) Menggunakan Google Earth Engine

Google Earth Engine (GEE) merupakan platform komputasi awan yang dirancang untuk menyimpan dan memproses set data citra satelit yang besar pada skala petabyte (1,000 TB) untuk analisis data remote sensing. Saat ini sudah banyak peneliti yang memanfaatkan kemudahan Google Earth Engine untuk studi mereka.

gambar ilustrasi pemrosesan menggunakan Google Earth Engine

Google melalui aplikasi GEE telah mengarsipkan semua set data citra satelit dari masa lampau dan menautkannya ke mesin cloud computing untuk bisa dimanfaatkan secara terbuka. Arsip data yang besar ini termasuk yang dari citra satelit lain (Landsat, MODIS, Sentinel dll), serta set data vektor berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), sosial, demografis, cuaca, model elevasi digital, dan layer data iklim.

Tampilan antar muka yang mudah di akses dan interaktif memudahkan pengguna untuk mengoperasikannya, termasuk untuk pengembangan algoritma. Pengguna juga dapat menambahkan dan menyimpan data dari koleksi mereka sendiri, sambil menggunakan sumber daya cloud Google untuk melakukan semua pemrosesan. Dengan kemudahan ini memungkinkan para ilmuwan, peneliti independen, penghobi, dan peneliti yang ditugaskan suatu negara untuk menambang gudang data yang besar ini untuk deteksi perubahan, tren peta, dan mengukur sumber daya di permukaan Bumi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pengguna Google Earth Engine, tidak perlu pusing memikirkan update software terbaru atau keterbatasan spesifikasi hardware komputer yang digunakannya untuk pemrosesan yang biasanya membutuhkan spesifikasi komputer ‘tingkat dewa’. Seluruhnya diproses dan di simpan di Cloud milik Google.

Hal ini berarti bahwa para peneliti yang berasal dari negara dengan infrastruktur komputernya berada pada tingkat menengah ke bawah, bahkan dari negara miskin sekalipun, memiliki kemampuan yang sama untuk melakukan analisis seperti di negara-negara yang paling maju.

Peneliti manapun di beri kesempatan untuk mengumpulkan makalah yang memanfaatkan tool komputasi geospasial Google Engine cloud untuk memproses set data besar untuk aplikasi global. Prioritas khusus diberikan kepada makalah dari negara-negara berkembang tentang bagaimana ketersediaan data dan pemrosesan GEE telah memungkinkan penelitian baru yang sulit atau tidak mungkin dilakukan sebelumnya.

Salah satu studi yang menarik, yaitu Studi Monitoring Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan pada Surface Urban Heat Island (SUHI) Menggunakan Google Earth Engine memanfaatkan data Landsat images sebanyak lebih dari 6,000 scenes sepanjang 20 tahun (1992 – 2011) pengamatan. Studi ini dilakukan di beberapa kota di Amerika Serikat.

Baca juga : Membandingkan Software Pengolahan Foto Udara & Orthophoto Agisoft Photoscan vs PIX4D vs APS Menci

Perbandingan Perubahan area urban di Atlanta, AS 1992-2011

Buku kolekasi penelitian dari beberapa penelitia dunia yang memanfaatkan Google Earth Engine dan GIS Data telah dibukukan dan bisa di download gratis melalui situs MDPI Books. Buku dengan ketebalan lebih dari 400 halaman berisi 23 paper penelitian yang memanfaatkan Google Earth Engine sebagai tool untuk mendapatkan sumber data, prosesing dan analisisnya.

Selain studi tentang Surface Urban Heat Island (SUHI) seperti disebutkan dalam judul artikel ini, beberapa studi lainnya diantaranya adalah mapping mining areas in the Brazilian Amazon, estimating satellite-derived bathymetry, and drought assessment using global soil moisture data.

Buku dengan judul Google Engine Applications ini tersedia gratis dan bebas untuk diakses dalam format PDF dengan lisensi CC BY-NC-ND. Versi cetak juga tersedia untuk dibeli di laman yang sama.

Kunjungi laman MDPI Books untuk download gratis Buku Google Engine Applications dalam format PDF: