Menggabungkan dan Mengolah Data DEMNAS

Inilah tutorial cara menggabungkan dan mengolah Data DEMNAS menjadi kontur, hillshade (relief) dan slope (lereng) menggunakan ArcGIS.

Geotekno.com – Berikut ditunjukkan cara menggabungkan data DEMNAS dari sebelumnya terdiri atas beberapa grid data menjadi satu file data raster elevation menggunakan proses mosaic data raster.

menggabungkan  dan mengolah Data DEMNAS

Dalam tutorial ini, setelah berhasil menggabungkan data DEMNAS menjadi satu file data raster dengan proses mosaic, selanjutnya adalah mengolah data DEMNAS menjadi garis kontur, relief atau hillshade dan lereng atau slope.

Tutorial cara menggabungkan data DEMNAS dan cara mengolah Data DEMNAS ini diperoleh dari blog M Rinaldi Fauzan Aziz dengan alamat https://mrfauzana.wordpress.com/ dengan tambahan penjelasan teori seperlunya.

Dalam tutorial ini, tidak lagi ditunjukkan cara download data DEMNAS, karena Geotekno.com sudah pernah mempostingnya dengan pada artikel Cara Mudah Download DEMNAS Menggunakan ArcGIS. Sehingga kita akan langsung belajar cara menggabungkan data DEMNAS dan Mengolah data DEMNAS.

Menggabungkan Data DEMNAS

Berikut tahapan cara menggabungkan data DEMNAS menggunakan ArcGIS:

menggabungkan demnas
1. Add data seluruh grid data DEMNAS yang ingin di gabungkan
menggabungkan data demnas
2. Buka ArcToolbox, arahkan pada Raster > Raster Dataset > Create Raster Dataset. Tahap ini membuat data raster dengan parameter yang diinginkan oleh user.
miosaic menggabungkan demnas
3. Selanjutnya arahkan pada Mosaic untuk menggabungkan data DEMNAS, untuk isian Target Raster, gunakan Raster Dataset yang telah dibuat sebelumnya.

Baca Juga : ArcGIS vs QGIS : Video Tutorial Membuat Profil Melintang

Mengolah Data DEMNAS menjadi Garis Kontur

Untuk mengolah data DEMNAS menjadi garis kontur, kita harus ketahui bahwa resolusi spasial DEMNAS adalah 8.1 meter (0.27 arcsecond ), sehingga interval kontur ideal yang bisa di peroleh adalah 10 meter atau 12.5 meter seperti interval layer kontur yang terdapat pada Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI).

  1. Add data DEMNAS hasil mosaic atau Anda bisa clip/mask sesuai kebutuhan.
  2. Pastikan Anda bekerja menggunakan Sistem Proyeksi UTM
  3. Buka ArcToolbox, arahkan pada 3D Analyst > Raster Surface > Contour.
mengolah data demnas menjadi kontur
4. Isikan pada Contour Interval 10 atau 12.5 meter sesuai kebutuhan, Base contour isikan 0 dan Z Factor isikan 1.
mengolah data demnas menjadi kontur garis
5. Hasil Kontur dari proses pengolahan data DEMNAS

Itulah cara mengolah data DEMNAS untuk menghasilkan garis kontur dengan interval garis sesuai keinginan.

Download : Data Peta Kontur Seluruh Indonesia

Mengolah Data DEMNAS menjadi Hillshade (relief/bentuk medan)

Untuk mengolah data DEMNAS menjadi hillshade atau bentuk medan / relief suatu wilayah, Anda perlu memahami tentang properti azimuth dan altitude terlebih dahulu, meskipun ini optional saja.

Properti altitude dan azimuth bersama-sama menunjukkan posisi relatif matahari yang akan digunakan untuk membuat model 3D (hillshade atau relief berbayang). Altitude adalah sudut ketinggian matahari di atas cakrawala dan berkisar dari 0 hingga 90 derajat. Nilai 0 derajat menunjukkan bahwa matahari berada di cakrawala, yaitu pada bidang horizontal yang sama dengan kerangka acuan. Nilai 90 derajat menunjukkan bahwa matahari berada tepat di atas kepala.

penjelasan azimuth altitude hillshade

Azimuth adalah posisi relatif matahari di sepanjang cakrawala (dalam derajat). Posisi ini ditunjukkan oleh sudut matahari yang diukur searah jarum jam dari arah utara. Azimuth 0 derajat mengindikasikan utara, timur 90 derajat, selatan 180 derajat, dan barat 270 derajat.

  1. Add data DEMNAS hasil mosaic atau Anda bisa clip/mask sesuai kebutuhan.
  2. Buka ArcToolbox, arahkan pada 3D Analyst > Raster Surface > Hillshade.
mengolah data demnas menjadi hillshade
3. Isikan pada Azimuth 315 (arah barat laut) dan Altitude 45 (siang menjelang sore), sementara Z Factor 1.
mengolah data demnas menjadi raster hillshade
4. Hillshade dari proses pengolahan data DEMNAS

Hasilnya seperti tampak pada gambar. Anda bisa atur sendiri arah bayangan relief dengan menentukan nilai Azimuth dan Altitude sesuai keinginan.

Mengolah Data DEMNAS menjadi Slope atau Lereng

Slope atau lereng (kemiringan medan) yang dihasilkan dari data raster dihitung dari perubahan nilai ketinggian maksimum setiap piksel dan delapan piksel tetangganya. Output nilai slope raster bisa dalam persen kemiringan atau derajat kemiringan.

Ketika nilai sudut kemiringan suatu lereng sama dengan 45 derajat, maka persentase kemiringan sudut ini adalah 100 persen. Ketika nilai sudut kemiringan suatu lereng mendekati vertikal (90 derajat), maka persentase lereng mendekati tak terbatas.

Ada dua metode slope computation di ArcGIS untuk menentukan nilai kemiringan medan atau lereng, yaitu metode Planar dan Geodesic.

Untuk metode Planar, kemiringan diukur sebagai tingkat maksimum perubahan nilai dari sel ke tetangga terdekatnya. Perhitungan dilakukan pada bidang datar yang diproyeksikan menggunakan sistem koordinat 2D Cartesian. Nilai kemiringan dihitung menggunakan teknik maksimum rata-rata (Burrough, 1998).

Dengan metode Geodesic, perhitungan akan dilakukan dalam sistem koordinat 3D Cartesian dengan mempertimbangkan bentuk bumi sebagai ellipsoid (lengkung). Nilai kemiringan dihitung dengan mengukur sudut antara permukaan topografi dan datum yang direferensikan.

Untuk mengolah data DEMNAS menjadi slope atau lereng ikuti tahapan berikut di ArcGIS Desktop :

  1. Add data DEMNAS hasil mosaic atau Anda bisa clip/mask sesuai kebutuhan.
  2. Buka ArcToolbox, arahkan pada 3D Analyst > Raster Surface > Slope.
mengolah data demnas menjadi lereng
3. Untuk contoh kali ini, isikan Output measurement Degree (derajat). Pilih Planar pada Method, Z Factor isikan nilai 1
mengolah data demnas menjadi slope
4. Penjelasan output pada proses ini, warna hijau mengindikasikan lereng yang sangat landai sementara warna merah adalah daerah dengan kelerengan sangat curam

Demikianlah cara menggabungkan dan mengolah data DEMNAS sehingga bisa memperoleh turunan data berupa garis kontur, hillshade atau relief dan kemiringan lahan atau lereng.