Inilah Citra Satelit Gunung Anak Krakatau Pada 11 Januari 2018

Rekaman citra satelit Gunung Anak Krakatau pada 11 Januari 2018 dari Digital Globe sangat jelas menunjukkan runtuhnya dinding sisi barat gunung tersebut.

Foto udara Gunung Anak Krakatau pada 13 Januari 2018 via Detik.com

Citra satelit resolusi tinggi Gunung Anak Krakatau dari Digital Globe yang dirilis ke media sangat bersih dari awan, menggambarkan dengan jelas bentuk terkini gunung tersebut setelah erupsi yang disusul dengan tsunami senyap pada 22 Desember 2018 lalu.

Menurut Peneliti Gunung Api Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Mamay Surmayadi di Cilegon, Banten, seperti dikutip dari media Detik, sejak tanggal 10 Januari hingga pagi tadi (13 Januari) tidak ada letusan Gunung Anak Krakatau. Karena aktivitas gunung yang masih fluktuatif, statusnya saat ini masih siaga.

Baca juga : Citra Satelit Resolusi Tinggi Gunung Anak Krakatau dari Planet Labs

Masih menurut Mamay, perhitungan citra sampai kemarin tubuh Anak Krakatau sekarang mencapai sekitar 320 hektare, sementara kawahnya kini memiliki diameter 400 meter dengan luas kawah 12 hektare.

Gambar di bawah ini menunjukkan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau hingga menghasilkan kawah berdiameter 400 meter tersebut.

Perubahan Morfologi Gunung Anak Krakatau

Berikut foto satelit Gunung Anak Krakatau yang telah dirilis Digital Globe hasil rekaman tanggal 11 Januari 2018.

Perbandingan citra satelit rekaman 14 November 2018, sebelum terjadinya tsunami (kiri) dan citra satelit rekaman tanggal 11 Januari 2018 (kanan) setelah terjadinya tsunami di pesisir Selat Sunda
©2019 Satellite image ©2019 DigitalGlobe, a Maxar Company
Kawah Gunung Anak Krakatau kini berdiameter 400 meter dengan luas kawah 12 hektare ©2019 Satellite image ©2019 DigitalGlobe, a Maxar Company

Baca juga : Citra Satelit Gunung Anak Krakatau Sebelum dan Sesudah Tsunami Selat Sunda

©2019 Satellite image ©2019 DigitalGlobe, a Maxar Company
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho
warna orange kecokelatan tersebut adalah hidrosida besi (FeOH3) yang mengandung zat besi tinggi yang keluar dari kawah dan larut ke dalam air laut.
©2019 Satellite image ©2019 DigitalGlobe, a Maxar Company